Pages

Labels

Rabu, 06 Oktober 2010

1. Pengenalan IT (Pertemuan1)

PERTEMUAN 1

Teknologi = kemampuan/ teknik yg berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta(konkret/ ilmu pasti berdasar penelitain/ percobaan) yg berdasarkan proses teknis

INFORMASI
Yaitu Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
• lebih cepat
• lebih luas sebarannya, dan
• lebih lama penyimpanannya.


PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
• Menurut Haaq dan Keen :
Seperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
• Menurut Martin :
Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

PENGERTIAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
• Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.

PERBEDAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

1. Era komunikasi tulisan :
- 4.000 SM Bangsa Sumeria menulis dalam lembaran tanah liat
- Th.1041 Pi Sheng, di Cina menemukan sejenis alat cetak buku sederhana
- Th.1241 Tulisan dalam lembaran tanah liat diganti oleh tulisan dalam lembaran metal

2. Era komunikasi cetakan : cikal bakal printer
• Th.1456 Gutenberg dari jerman menemukan alat mesin cetak ( metal ) hand press
• Th.1833 Penerbitan suratkabar penny press yang pertama, The New York Sun
• Th.1839 Daguerre menemukan metode fotografi yg praktis untuk suratkabar

3. Era telekomunikasi
• Th.1844 Samuel Morse mengirimkan pesan melalui alat telegraph pertama
• Th.1876 Alexander Grahamm Bell mengirimkan pesan melalui pesawat telepon
yang pertama
• Th.1894 Penemuan film bioskop
• Th.1895 Guglielmo Marconi mengirmkan pesan melalui radio
• Th.1912 Lee de Forest menemukan ‘vacum tube’ : pipa gelas tertutup berisi angin tipis yang dilalui aliran listrik dan kelihatan sebagai kilat.
• Th.1920 Siaran radio pertama oleh KDKA di Pittsburgh, Amerika Serikat
• Th.1933 RCA di Amerika Serikat mendemonstrasikan TV
• Th.1941 Siaran TV komersial pertama
4. Era komunikasi interaktif
• Th.1946 Penemuan mainframe computer, ENIAC dengan 18.000 vacum tubes oleh Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat.
• Th.1947 William Shockley,John Bardeen dan Walter Brattain menemukan pesawat radio transistor
• Th 1956 Penemuan video tape oleh perusahaan Ampex, Redwood City, California, Amerika Serikat
• Th 1957 Rusia meluncurkan satelit angkasa luar pertama,SPUTNIK
• Th.1969 Pesawat luar angkasa NASA berpenumpang manusia mendarat di Bulan, dikendalikan oleh minicomputer yang besarnya 3000 kali lebih kecil dari ENIAC
• Th 1971 Penemuan microprocessor, sebuah unit pengendali computer (CPU) dengan semiconductor chip oleh Ted Hoff
• Th 1975 Pemasaran microcomputer pertama, Altair 8800
• Th 1975 HBO ( Home Box Office ) mulai menyiarkan siaran TV kabel melalui satelit
• Th 1976 Sistem teletext pertama diperkenalkan oleh BBC dan ITV di Inggris
• Th 1977 Qube, system TV kabel interaktif pertama diperkenalkan di Columbus,Ohio, Amerika Serikat
• Th 1979 Sistem videotext pertama diperkenalkan oleh British Post Office,Inggris

++ :
Mainframe merupakan jenis computer yang digunakan pada perusahaan – perusahaan berskala besar untuk menangani pemrosesan data dengan volume yang sangat besar (pemrosesan bisnis skala besar).
Contoh : IBM S/390 Parallel Enterprise Server
Minikomputer biasa digunakan pada perusahaan – perusahaan berskala menengah sebagai server (komputasi dalam suatu epartemen dalam perusahaan).
Contoh IBM AS/400
Mikrokomputer = komputasi perorangan client/ pada aplikasi client/server, pengolahan bisnis skala kecil.





Evolusi Perkembangan TI

ERA KOMPUTERISASI
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.

ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.

ERA SISTEM INFORMASI
Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan

ERA GLOBALISASI INFORMASI
Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.

IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
a. IMPLIKASI DI BIDANG PERSURATKABARAN
 Teknologi komunikasi sangat berperan dalam dunia surat kabar. Contoh yang realistis adalah kita dapat mebaca berita secara up to date pada web – web surat kabar.
http://www.kompas.com
b. IMPLIKASI DI BIDANG PENYIARAN
 Dalam dunia penyiaran ataupun pertelevisian teknologi komunikasi digunakan untuk memperjelas atau sebagai informasi tentang program ataupun acara dan berita dari pihak penyiar.
http://www.rcti.tv
c. IMPLIKASI DI BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT
 Teknologi komunikasi berkaitan erat dengan masyarakat. Demikian juga dalam hubungan anta masyarakat. Sangat mungkin jika teknologi banyak digunakan dalam aktifitas untuk mempererat tali silaturahmidan persaudaraan sesama.
http://www.jakarta.go.id

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI

1. TI DALAM DUNIA PERBANKAN
 Kehadiran system online yang ditangan oleh teknologi computer dan teknologi komunikasi memungkinkan nasabah mengambil uang dari kantor cabang dari bank yang sama yang berada dimana saja. Pada perkembangan selanjutnya adalah system ATM (Automathic Teller Machine) atau dalam istilah kita Anjungan Tunai Mandiri, yang memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa harus tergantung jam kerja bank. Ekspansi ATM juga memungkinkan nasabah sebuah bank dapatmengambil uang diATM bank yang lain.
 Seiring perkembangan IT, maka kini dihadirkan transaksi melalui internet, misalnya transfer. Nasabah tidak harus datang ke ATM ataupun ke bank. Cukup melalui internet semua sudah dapat dilakukan. Ada juga layanan mengenai cek saldo, yang juga dalam perkembangannya dapat dinikmati menggunakan ponsel.
http://www.klikbca.com

2. TI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Dalam dunia pendidikan, IT dapat dimanfaatkan untuk memperbarui system pengajaran yang ada. Sebagai contoh, dapat dibuat system pengajaran berbasis multimedia. Yakni pembelajaran yang melibatkan teks, gambar, suara ataupun video. Hal ini tentu lebih mudah diterima dan menarik, serta tidak monoton.
Dalam perkembangannya, teknologi internet juga berperan dalam dunia pendidian. Yakni adnya E-Learning atau pendidikanjarak jauh. Artinya, dalam penyampaian materi tidaklah harus siswa datang ke kelas. Namun dapat dilaksanakan dengan mengakses modul- modul dalamerkuliahan jarak jauh. Demikian dalam pengiriman tugas dan berdiskusi. Dapat dilakukan menggunakan e-mail dan forum/ chat dalam internet. Para siswa dapat mengatur waktu belajar dan berdiskusi kapan saja dimana saja.
http://www.bsi.ac.id

3. TI DALAM DUNIA MEDIS
 peranan IT dalam dunia medis terbukti nyata mebantu. Banyak rumah sakit yang menggunakan system informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Contohnya adalah system informasi digunakan untuk mecatat rekaman medis, pasien secara elektronis. Namun tidak jarang system informasi ini diperuntukkan untuk pengunjung, yang digunakan untuk mencari informasi tentang seorang pasien, berada dikamar mana.
Penerapan yang lain adalah penggunaan CT scan. Computer Tomography scan adalah peralatan yang mampu memotret bagian dalam seseorang tanpa dilakukan pembedahan, yakni menggunaka teknologi sinar X.
System pakar juga sering dijumpai untuk menganalisis suatu penyakit. Jenis perangkat lunak ini adalah memindah kecerdasan seorang yang ahli pada bidang tertentu, kemudian dipindahkan kedalam computer untuk nantinya digunakan dalam pendiagnosaan.
http://www.rspondokindah.co.id

4. TI UNTUK KEPOLISIAN
 contoh yang riil adalah dalam pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi), yang melibatkan adanya perangkat computer, kamera digital dan perekam sidik jari.
Teknologi kompresi gambar memungkinkan sidik jari dapat disimpan secara elektronis dengan ukuran kecil, serta dpindahkan dalam pengkodean rumusan sidik jari. Hal ini memudahkan dalam pencarian sidik jari dalam database.
http://www.polri.go.id

5. TI UNTUK PERDAGANGAN ELEKTRONIS
e- commerce merupakan model perdagangan yang lahir berkat kemajuan internet. Perdagangan sangat mungkin dilakukan melalui internet. Konsumen dapat memesan pada penyedia jasa, kemudian mengirimkan pembayaran melalui kartu kredit ataupun pembayaran lain, dan mendapat lisensi, kemudian diverifikasi oleh produsen dan konsumen tinggal menunggu kiriman dari apa yang dipesan.
http://www.bhinneka.com

6. TI UNTUK PERANCANGAN PRODUK
Perancangan produk sudah umum menggunakan IT. Missal ingin membuat rumah, desan dapat dibuat menggunakan 3D Home architect. Dalam perancangan produk yanglain juga dapat dilakukan menggunakan IT.
http://indonetwork.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas pendapat anda..